Kali ini saya akan membahas tentang cirinya yang bisa juga sebagai pengenalan untuk kita. Simak baik-baik ya, *saya juga ikutan nyimak, belum terlalu paham nih*

a. Berlawan dengan bahasa Indo yang menganut sistem D.M (diterangkan menerangkan), bahasa Jepang menganut sistem M.D (menerangkan diterangkan). Jadi, kata yang menerangkan terletak didepan kalimat. Contoh:

Masakan Jepang, menjadi Nihon no ryori

Nihon = jepang
Ryori = masakan
Watashi no hon = buku saya

Disini subjek yaitu Jepang terletak sebagai kata pembuka. Contoh lainnya :

Buku saya = watashi no hon

Hon = buku
Watashi = saya

Perusahaan printer = purinta no kaisya

Purinta = printer
Kaisya = perusahaan

b. Kata benda dalam bahasa jepang pada umumnya tidak mempunyai bentuk jamak. Maksudnya disini adalah tidak memiliki bentuk pengulangan seperti di Indo yang mengulang kata pohon-pohon yang berarti pohon yang banyak. *agak mudeng juga saya bagian yang ini. ya.. namanya juga masih belajar.*

c. Terdapat perubahan bentuk dari kata kerja, kata sifat maupun kata bantu. Kata sifat dalam bahasa jepang dibagi menjadi dua, yaitu kata sifat na dan kata sifat i. Perubahan waktu dan kondisi dapat mempengaruhi kata kerja, kata bantu, dan kata sifat. Contoh :

Sekarang saya minum teh = ima watashi wa ocha o nomimasu

Sekarang saya tidak minum teh = ima watashi wa ocha o nomimasen

Kemarin saya minum teh = kino watashi wa ocha o nomimashita

Kemarin saya tidak minum teh = kino watashi wa ocha no o nomimasendeshita

Sekarang saya sedang minum teh = ima watashi wa ocha o nonde imasu

d. Predikat terletak pada akhir kalimat. Pada contoh tadi dalam bahasa indo sekarang saya minum teh, keterangan waktu dapat diletakkan dibelakang maupun didepan. Predikat terletak setelah subyek (saya minum teh), namun pada kalimat jepang, predikat terletak diakhir kalimat (watashi wa ocha o nomimasu). Nomimasu =minum. Jika di Indo pola kalimatnya SPO, dijepang SOP.

e. Untuk menyambungkan sebuah kalimat digunakan partikel *contohnya wa*, terdapat berbagai jenis partikel dalam bahasa Jepang, penggunaan partikel tersebut disesuaikan dengan fungsi dari kata yang akan disambung. Contohnya partikel no biasa digunakan untuk menyambung kata benda dengan kata benda. Contoh:

Masakan Jepang = Nihon no ryori. No sebagai penyambung Nihon *Jepang* dengan Ryori *masakan*. *pembelajaran partikel akan dibahas pada pembelajaran selanjutnya*

f. Dalam bahasa jepang terdapat bentuk sopan dan biasa. Contoh bentuk biasa hanashimasu sedangkan bentuk sopannya kakimasu