PENULISAN NASKAH BERITA TELEVISI
Berita TV 
(dari buku Jurnalistik TV, Arifin S. Harahap)
Berita TV adalah laporan tentang fakta peristiwa atau pendapat manusia atau kedua-duanya yang disertai gambar (visual) aktual, menarik, berguna dan disiarkan melalui media massa televisi secara periodik.

  1. Berita fakta peristiwa: laporan tentang segala sesuatu peristiwa sebagaimana adanya. Mis: kebakaran, bencana alam, dan kecelakaan.
  2. Berita fakta pendapat: laporan tentang pernyataan/ pendapat manusia mengenai segala sesuatu yang sedang aktual. Mis: pendapat pakar mengenai dampak kenaikan harga BBM
  3. Berita fakta peristiwa dan fakta pendapat: laporan tentang sesuatu peristiwa yang terjadi dan pendapat manusia yang berkompeten mengenai fakta peristiwa tersebut.

 

 
Berita (J.B. Wahyudi )
Berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting, menarik bagi sebagian khalayak, masih baru dan dipublikasikan melalui media massa periodik.
Soren H. Munhoff
(The Five Star Approach to News Writing)
•          Accuracy, brevity, clarity, simplicity, sincerity
 
•          Penulisan naskah jurnalistik harus tepat, ringkas, jelas, sederhana dan dapat dipercaya
 
RUMUS 5 C UNTUK PENULISAN BERITA TV

 

  1. Conversational (gaya bahasa bertutur spt percakapan sehari-hari)
  1. Clear (Jelas). Batasi kalimat untuk satu gagasan saja.
  2. Concise (Ringkas/ Singkat).Tulis kalimat-kalimat yang pendek.
  3. Compelling. Tulislah kalimat dalam bentuk kalimat aktif.
5.    Cliche Free (Bebas Kata Klise)

 

 
Kalimat atau pernyataan klise adalah pernyataan yang sudah terlalu sering digunakan di media. Pernyataan klise mungkin tidak akurat dan salah arah, namun harus diakui, banyak reporter merasa sulit menghindari pernyataan klise seperti ini.
Contoh kalimat klise untuk penutup berita: “Kasus itu masih dalam penyelidikan.” Kalimat klise seperti ini bisa dibilang tidak memberi informasi tambahan apapun kepada pemirsa.
Maka, kalimat klise ini sebaiknya diganti dengan yang lebih informatif. Misalnya: “Polisi sampai hari ini masih belum mengetahui penyebab kecelakaan. Polisi mengharapkan, hasil penyidikan akan dapat diungkapkan hari Jumat besok.
Bahasa tutur
Bahasa tutur lebih bersifat informal, dalam arti struktur kalimatnya berbeda dengan struktur bahasa formal.
Biasanya struktur bahasa yang dipergunakan presenter berita bersifat formal. Sedangkan struktur bahasa yang dipergunakan reporter penyaji berita bersifat informal.
1. Gaya penulisan dalam naskah berita televisi
Naskah sebaiknya ditulis dengan gaya penulisan yang ringan dan bahasa yang sederhana.
Stasiun televisi CNN menyatakan bahwa berita itu harus : “to be understood by the truck driver while not insulting the professor’s intelegence,” (berita harus dapat dimengerti oleh sopir truk namun tanpa harus merendahkan kecerdasan profesor)
  1. Kalimat dalam naskah

 

•          Satu kalimat maksimal terdiri dari 20 kata
•          Satu kalimat satu gagasan atau pemikiran
•          Hindari anak kalimat
•          Ubah gaya bahasa birokrat dan militer menjadi ungkapan lugas
•          Mudah dimengerti oleh masyarakat luas

 

 
  1. Prinsip ekonomi kata
•          Gunakan kata-kata secara efektif dan efisien
•          Pada konteks tertentu, hindari kata atau ungkapan yang mubazir.
 
4. Hindari redudensi
          Jangan menjelaskan lagi apa yang sudah jelas
5. Gunakan kata atau ungkapan yang lebih pendek
          Misalnya: Menggelar aksi unjuk rasa = berunjuk rasa
 
6. Gunakan kalimat positif
          Misalnya: Tidak menepati janji = ingkar janji
      7. Gunakan kata atau ungkapan sederhana dan biasa didengar masyarakat
          luas
          Misalnya: Percepatan… bukan akselerasi
 
      8. Hindari penggunaan kata-kata asing
          Jika istilah asing yang bersifat teknis terpaksa digunakan, istilah tersebut
          harus dijelaskan artinya.
      9. Penggunaan kata “diberitakan” atau “dilaporkan”
     Jika berita diperoleh dari sumber lain spt kantor berita, suratkabar atau
     radio maka  sebaiknya menggunakan kata “diberitakan” atau
     “dilaporkan” dan pada kalimat  selanjutnya disebutkan sumbernya.
      10. Gunakan kata-kata atau ungkapan kongkret.

 

•          Kata atau ungkapan kongkret akan memberikan kesan lebih kuat, obyektif dan terukur.
•          Sedangkan kata-kata atau ungkapan abstrak bersifat subyektif karena menggunakan kata-kata sifat atau keterangan.

 

 
      11. Jangan terlalu banyak menuliskan angka-angka
      Jika harus menuliskan banyak angka, maka sebaiknya ditulis dalam
      grafis.
Penulisan Angka
•          0 – 11     ditulis dengan huruf
•          12 – 999 ditulis dengan angka
•          Di atas 999 ditulis dengan gabungan antara angka dan huruf
 
Contoh:
500.750 ditulis 500 ribu 750
498.270 ditulis sekitar 500 ribu, kira-kira 500 ribu atau hampir 500 ribu
Lead (Andrew Boyd)
–          The first sentence or paragraph of the story (news item) and also the most important.
–          Its function:  1. state the most significant point
                                 2. grab attention
                                3. whet the appetite
                                4. signpost the way into the rest of the story
Intro (Lead) Menurut Morrisan, M.A.
•          Intro merupakan rangkuman dari seluruh unsur terpenting dari suatu berita dengan latar belakang dan konteks yang diperlukan.
 
Intro sebisa mungkin harus mengandung hampir seluruh unsur terpenting suatu berita, yang mencakup 5W (what, where, when, why dan who). Tubuh berita berfungsi untuk menguraikan unsur how yang belum dijelaskan dalam Intro.

 

–          Setidaknya terdiri dari minimal tiga kalimat pendek atau maksimal lima kalimat pendek.
–          Jumlah kata dalam lead sebaiknya berkisar antara 20 sampai 30 kata.
–          Bagian terpenting dari sebuah Intro adalah kalimat pertama (top line = baris teratas). Baris pertama menyuguhkan informasi terbaru dari sebuah berita.

 

 
Tipe-tipe Intro ditinjau dari teknik penulisannya

 

  1. Hard intro
  2. Soft intro
  3. Intro sapaan
  4. Intro pertanyaan
  5. Intro payung
  6. Intro humor
 

 

1. Hard Intro :

 

•          Tipe intro yang langsung menyampaikan informasi paling penting mengenai suatu kejadian.
•          Intro ini langsung masuk ke inti berita dan memasukkan sebagian besar informasi yang paling penting.
•          Biasa digunakan utk berita langsung.

 

Contoh:
–          LIMA ANGGOTA KELUARGA TEWAS DIBUNUH DI RUMAHNYA DI RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR PAGI TADI//
 
–          MULAI BESOK HARGA BAHAN BAKAR MINYAK NAIK 25 PERSEN// PEMERINTAH MENGUMUMKANNYA HARI INI SEHUBUNGAN DENGAN TEKANAN I-M-F AGAR SUBSIDI B-B-M DIKURANGI//
 
2. Soft Intro

 

•          Bentuk intro yang biasanya digunakan untuk feature.
•          Lead seperti ini tidak langsung ke inti beritanya tetapi hanya memberikan perspektifnya dengan menunjukkan dampak dari inti ceritanya.

 

Contoh:
PEMERIKSAAN DINI MERUPAKAN KUNCI UTAMA PENCEGAHAN KEMATIAN AKIBAT PENYAKIT KANKER// KARENA ITU/ TEKNIK BARU UNTUK MENGETAHUI DENGAN CEPAT ADANYA JARINGAN KANKER SANGATLAH PENTING//
3. Intro sapaan
•          Lead dimana seolah-olah presenter berbicara langsung kepada pemirsa dengan menyebutkan kata sapaan “Anda.”
•          Intro ini juga masuk kategori soft intro dan sering digunakan untukfeatures.
 
 
Contoh:
BELUM KE YOGYAKARTA NAMANYA JIKA ANDA TIDAK BERKUNJUNG KE MALIOBORO// DI SEPANJANG JALAN MALIOBORO INI ANDA AKAN MENEMUKAN PARA PENJUAL CENDERA MATA DAN BERBAGAI BARANG LAINNYA YANG BANYAK DIMINATI WISATAWAN//
4. Intro Pertanyaan
•          Intro yang berbentuk kalimat tanya.
Misalnya: Anda ingin tau apa kegiatan para selebritis yang sudah pensiun dari layar kaca?
5. Intro Payung (Umbrella Intro)
Contoh:
MUSIM KERING YANG PANJANG TELAH MENIMBULKAN PERSOALAN BESAR DI BEBERAPA DAERAH// DI SUMATERA/ KABUT ASAP MENGHALANGI PANDANGAN DAN MENGGANGGU KESEHATAN WARGA// DI JAWA/ RIBUAN HEKTAR SAWAH TERPAKSA PUSO/ SEDANGKAN DI KALIMANTAN/ HUTAN DAN LAHAN TERBAKAR//
6. Intro Humor dan Kejutan

 

•          Menggunakan kata-kata humor atau kata-kata yang mengejutkan untuk berita ringan, lucu dan mengagetkan.
•          Misalnya untuk laporan mengenai hewan yang lucu, lomba panjat pinang dan kejadian tak terduga.

 

 
Tips untuk menulis Lead
(dari buku Television News by Usman KS)
  1. Pikirkan lebih dulu apa yang akan Anda tulis pada Lead. Pahami peristiwanya agar Anda dapat menulis lead yang menarik orang menonton tayangan berita televisi. Berpikir sebelum menulis lead membantu kita mengidentifikasi fakta-fakta penting dan menjaga berita kita terbingkai dengan jelas.
 
  1. Tulis lead yang mengandung fakta baru yang menarik bagi pemirsa. Jika pemirsa sudah mengetahui fakta yang disampaikan dalam lead, dia tidak akan melanjutkan menonton berita kita.
 
  1. Tulislah lead yang mengandung unsur manusiawi (human interest).
Lead manusiawi adalah lead yang menjadikan manusia sebagai subyek berita.
      Jika Anda meliput suatu peristiwa, tulislah lead yang mengisahkan dampak   
      peristiwa itu terhadap manusia.
  1. Tulislah lead yang tegas, tidak mengambang. Lead yang samar-samar dan tidak
      tegas bisa terdengar datar di telinga pemirsa.  Lead datar tentu tidak menarik, 
      padahal fungsi lead adalah menarik perhatian pemirsa.
5.  Tulislah lead yang menggambarkan garis besar berita kita.
     Jadi dalam berita televisi, lead tidak harus memuat semua unsur berita (5W+1H).
     Memasukkan semua unsur membuat lead terlalu detil. Ini bisa membuat pemirsa   
     sulit memahami suatu peristiwa, bahkan bisa membuat pemirsa bingung.
     Detil berita bisa ditulis di tubuh berita.
***OOOO***
FORMAT BERITA TELEVISI
Berita di media televisi dapat disiarkan dalam berbagai format. Untuk menentukan format mana yang akan dipilih, tergantung pada beberapa faktor.
Faktor-faktor itu antara lain ketersediaan gambar.
Jika gambar yang dimiliki sangat terbatas, reporter sulit menulis naskah berita yang panjang. Maka berita dibuat dalam format lebih singkat dan padat, atau dibuat dalam format tanpa gambar sama sekali. Momen terjadinya peristiwa atau perkembangan peristiwa yang akan diberitakan.
Perkembangan terkini dari suatu peristiwa baru sampai ke producer, ketika siaran berita sedang berlangsung. Sedangkan perkembangan itu terlalu penting untuk diabaikan. Jika ditunda terlalu lama, perkembangan terbaru pun menjadi basi, atau stasiun TV lain (kompetitor) akan menayangkannya terlebih dahulu.
Format Berita Televisi

 

(versi Drs. Arifin S. Harahap, Msi)
  1. Reader
  2. Voice Over (VO)
  3. VO – Grafik
  4. Sound On Tape (SOT)
  5. Voice Over – Sound On Tape (VO-SOT)
  6. Package (PKG)
  7. Live on Cam
8.   Live on Tape (LOT)
9.   Live by Phone
10. Phone Record
11. Visual News (Note: Usman Ks menggunakan istilah VO tanpa narasi)

 

Format Berita Televisi
(versi Morrisan, M.A)

 

 
•          Reader (RDR)
•          Voice Over (VO)
•          Reader – Sound on Tape (RDR-SOT)
•          Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT)
•          Reader – Grafis (RDR-Grafis)
•          Paket (Package/ PKG)
•          Breaking News
•          Laporan Langsung
•          Laporan Khusus

 

 
  1. Reader
Ini adalah format berita TV yang paling sederhana, hanya berupa lead in yang dibaca presenter. Berita ini sama sekali tidak memiliki gambar ataupun grafik. Hal ini dapat terjadi karena naskah berita dibuat begitu dekat dengan saat deadline, dan tidak sempat dipadukan dengan gambar.
Bisa juga, karena perkembangan peristiwa baru sampai ke tangan redaksi, ketika siaran berita sedang berlangsung. Maka perkembangan terbaru ini pun disisipkan di tengah program siaran. Beritanya dapat berhubungan atau tidak berhubungan dengan berita yang sedang ditayangkan.
•          Seluruh narasinya dibacakan oleh presenter.
•          Format berita ini seolah hanya terdiri atas lead, tidak ada gambar peristiwa atau wawancara.
•          Istilah lain: “berita copy” dan “in vision only” (Morrisan, M.A)
•           
Reader ditulis dgn ketentuan:
•          Memiliki nilai berita penting;
•          Sudah dicek kebenarannya;
•          Gambar belum tersedia
•          Peristiwanya terjadi menjelang atau saat program berita tengah mengudara;
•          Durasi maksimal 60 detik
•          Laporan dalam format ini dapat dimulai dengan kalimat:
 
   – “Baru saja kami terima  berita (bahwa)……”
   – “Kami baru saja menerima laporan (bahwa)….”
Dan diakhiri dengan kalimat: “Kami akan menyampaikan perkembangan selanjutnya segera setelah kami menerima informasi terbaru.”
  1. Voice Over
Format berita televisi yang terdiri atas naskah dan gambar, yang seluruh naskahnya (lead dan tubuh berita) dibaca oleh presenter
Natsound (natural sound, suara lingkungan) yang terekam dalam gambar bisa dihilangkan. Tetapi, biasanya natsound tetap dipertahankan, untuk membangun suasana dari peristiwa yang diberitakan. Sebelum menulis naskah berita, tentu Reporter harus melihat dulu gambar yang sudah diperoleh, karena tetap saja narasi yang ditulis harus cocok dengan visual yang ditayangkan.
Istilah lain: out of vision (OOV) atau underlay. (Morrisan, M.A)
Voice Over ditulis dgn ketentuan:

 

•          Memiliki nilai berita;
•          Data yang tersedia terbatas;
•          Gambar yang tersedia datar dan kurang dramatis;
•          Durasi antara 20 – 30 detik
•          VO terkadang diakhiri dengan Tag (on cam presenter) mengenai perspektif atau latar belakang berita tersebut. (Morrisan, M.A)

 

 
3. VO – Grafik
•          Format berita TV yang lead dan tubuh beritanya seluruhnya dibacakan oleh presenter.
•          Saat penyiar membacakan tubuh berita, gambar pendukungnya hanya berupa grafik dan tulisan.
•          Morrisan, M.A dan Usman Ks sama-sama menggunakan istilah Reader-Grafis (RDR-GRF)
•           
VO-Grafik ditulis dgn ketentuan

 

•          Memiliki nilai berita besar;
•          Gambar belum tersedia;
•          Memiliki data yang cukup;
•          Durasi maksimal 60 detik, kecuali beritanya sangat penting.

 

 
Fungsi Grafis

 

  1. Menggantikan gambar yang belum tersedia pada saat berita itu ditayangkan.
  2. Membantu menjelaskan data-data rumit, seperti jumlah, daftar, pasal undang-undang atau data lokasi.
  3. Bisa berupa gambar/ peta lokasi peristiwa, daftar nama korban, atau yang berkaitan dengan angka.

 

 
Saran ttg penggunaan Grafik
Jangan memuat terlalu banyak informasi dalam grafik karena waktu tayang sebuah grafik biasanya cukup singkat.
4. Sound On Tape (SOT)

 

•          Format berita TV yang hanya berisi lead dan pernyataan/ pendapat nara sumber.
•          Presenter hanya membacakan lead-nya, kemudian diikuti dengan pernyataan/ pendapat nara sumber.
•          Usman KS dlm bukunya Television News menyebut format ini sbg Reader-Sound On Tape.
•          Morrisan, M.A juga menggunakan istilah Reader- Sound on Tape (RDR-SOT)

 

 
Format SOT ditulis dgn ketentuan:

 

•          Memiliki nilai berita;
•          Pernyataan yang dikemukakan narsum lebih penting disiarkan daripada ditulis dalam bentuk narasi;
•          Format ini bisa dibuat sebagai pelengkap berita sebelumnya tetapi bisa juga berdiri sendiri;
•          Durasi maksimal 60 detik, kecuali pernyataan itu sangat penting.

 

 
SOT – Tag
•          Berdasarkan standar internasional, berita yang berakhir dengan SOT sebaiknya ditutup dengan tag.
•          Tag adalah tambahan berita yang melengkapi pernyataan atau SOT narsum.
•          Tag dibaca oleh presenter setelah narsum menyampaikan pernyataannya.
 
5. Voice Over – Sound on Tape (SOT)
•          VO-SOT adalah format berita TV yang memadukan antara Voice Over dengan Sound on Tape.
•          Lead dan tubuh berita dibaca oleh penyiar.
•          Pada akhir berita dimunculkan SOT narsum sebagai pelengkap berita yg telah dibacakan tadi.
 
VO-SOT disusun dgn ketentuan:

 

•          Memiliki nilai berita;
•          Gambar yang tersedia kurang menarik dan dramatis;
•          Ada bagian pernyataan narsum (SOT) yang perlu ditonjolkan untuk melengkapi narasi di akhir berita;
•          Durasi maks. 60 detik (40 dtk VO dan 20 dtk SOT).

 

 
Saran-saran
Pada saat menulis naskah untuk VO, jangan mengulangi kata-kata yang sama sebagaimana diucapkan oleh narsum dalam soundbite-nya.
6. Package (PKG
Package adalah format berita TV yang hanya lead in-nya yang dibacakan oleh presenter, tetapi isi berita merupakan paket terpisah, yang ditayangkan begitu presenter selesai membaca lead in. Paket berita sudah dikemas jadi satu kesatuan yang utuh dan serasi antara gambar, narasi, soundbite, dan bahkan grafis. Lazimnya tubuh berita ditutup dengan narasi.
Format ini dipilih jika data yang diperoleh sudah lengkap, juga gambarnya dianggap cukup menarik dan dramatis. Kalau dirasa penting, reporter dapat muncul dalam paket berita tersebut (stand up) pada awal atau akhir berita. Durasi maksimal total sekitar 2 menit 30 detik.
•          Pada bagian tubuh berita disisipkan SOT narsum dan berita ditutup dengan narasi.
 
Package disusun dgn ketentuan:

 

•          Memiliki nilai berita;
•          Data yang diperoleh sudah lengkap (termasuk soundbites)
•          Gambar menarik dan dramatis;
•          Jika gambar memiliki atmosphere/ natural sound yang menarik dan drama

 

 
7. Live on Cam (Laporan Langsung — versi Morrisan, M.A)

 

•          Format berita TV yang pelaporannya langsung dari lapangan atau lokasi peristiwa.
•          Sebelum reporter menyampaikan laporannya, presenter lebih dulu membacakan lead dan kemudian menghubungi reporter utk menyampaikan laporannya.
•          Dalam laporan langsung, reporter juga bisa mewawancarai seorang narsum yang benar-benar mengetahui masalahnya.

 

 
 
 
Live on Cam dilakukan dgn ketentuan:

 

•          Memiliki nilai berita yang besar atau luar biasa;
•          Peristiwanya masih berlangsung saat program berita masih “on air”;
•          Jika peristiwanya sudah berlangsung, harus ada ada bukti-bukti yang patut ditunjukkan kepada pemirsa;
•          Peliputannya terencana;
•          Durasi dpt disesuaikan dgn kebutuhan.

 

 
8. Live on Tape (LOT)
•          Format berita yang menayangkan laporan yang direkam langsung di lokasi kejadian, namun penyiarannya ditunda (delayed).
 
LOT dilaksanakan dgn ketentuan;

 

•          Memiliki nilai berita kuat;
•          Ingin menunjukkan bhw reporter meliput langsung di lokasi peristiwa;
•          Tidak mungkin disiarkan secara langsung dengan berbagai pertimbangan teknis dan biaya sewa satelit;
•          Aktualitas dpt terjaga meski siarannya tunda;
•          Durasi sesuai kebutuhan, tapi hrs lbh singkat daripada Live on Cam.

 

 
9. Live by Phone
•          Format berita TV yang disiarkan secara langsung dari lokasi peristiwa dengan menggunakan telepon ke studio.
•          Lead dibaca oleh presenter kemudian memanggil reporter untuk menyampaikan laporannya.
 
Live by Phone dilakukan dgn ketentuan:

 

•          Memiliki nilai berita yang harus segera disiarkan;
•          Tidak mungkin siaran langsung dengan pertimbangan teknis;
•          Gambar belum tersedia atau sudah dikirim melalui video streaming, Telkom atau Indosat;
•          Wajah reporter dimunculkan melalui foto agar pemirsa mengetahuinya;
•          Pada saat melaporkan dpt di-insert grafis karena gambar sesungguhnya belum tersedia;
•          Durasi antara 40 – 60 detik.

 

 
10. Phone Record
•          Format berita TV yang menggunakan rekaman telepon dengan reporter secara langsung dari lokasi kejadian, tetapi penyiarannya dilakukan secara tunda.
•          Format ini jarang sekali digunakan; dan hanya digunakan bila sebelumnya sudah diperkirakan akan ada gangguan teknis pada saat laporan langsung.
 
 
 
Phone Record dilaksanakan:

 

•          jika gambar belum tersedia;
•          Wajah reporter dimunculkan dalam foto agar pemirsa mengetahuinya;
•          Pada saat laporan, dapat di-insert grafis untuk menggantikan gambar;
•          Durasi antara 40 – 60 detik.

 

 
11. Visual News

 

•          Format berita TV yang hanya menyajikan gambar-gambar menarik dan dramatis.
•          Presenter membacakan lead, kemudian VTR man segera memutar video gambar yang disiapkan redaksi.
•          Usman KS dlm bukunya Television News menyebut format ini sebagai “VO-tanpa narasi”.

 

 
Visual News dilaksanakan:

 

•          Gambar menarik, dramatis dan jika dirangkai dpt bercerita secara kronolgis;
•          Gambar memiliki atmosphere/ natural sound seperti suara teriakan-teriakan manusia.
•          Durasi bisa mencapai tiga menit atau sesuai kebutuhan.

 

 
12. Breaking News

 

–          Berita yang sangat penting dan harus segera disiarkan, bila memungkinkan bersamaan dengan terjadinya peristiwa tersebut.
–          Merupakan berita yang tidak terjadwal karena bisa terjadi kapan saja.
–          Durasi mulai dari dua menit hingga tak terbatas.

 

 
***OOOOO***
LATIHAN
Data yg diperoleh:
–          Gempa dan tsunami melanda kawasan Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat
–          Waktu 15.30 WIB
–          Informasi awal yang diterima menyebutkan 213 orang tewas, puluhan hilang, dan ratusan luka-luka.
–          Lebih dari seribu bangunan rusak.
–          Kekuatan gempa 7.7 skala Richter
 
Pertimbangan:
–          Gambar belum diperoleh tetapi karena berita ini menyangkut nyawa manusia, jadi perlu segera disiarkan.
–          Tidak ada waktu untuk membuat grafis
–          Dalam kondisi seperti ini, kita susun berita dalam format Reader (RDR)
 
 
  1. Format: READER
VISUAL
NARASI
 
PRESENTER
 
SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
 
GEMPA DAN TSUNAMI JUGA MERUSAK LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN// PETUGAS SAAT INI TENGAH MENGEVAKUASI PARA KORBAN// (END)
 
 
Tetapi jika bagian grafis sudah membuat peta lokasi berdasarkan informasi awal seperti di atas, berita sebaiknya disusun dalam format VO-GRAFIS.
2. VO-GRAFIS
VISUAL
NARASI
 
PRESENTER
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(ROLL GRAF)
 
GRAFIS LOKASI GEMPA (PANTAI PANGANDARAN, CIAMIS, DALAM PETA JAWA BARAT)
 
DILENGKAPI WAKTU KEJADIAN, JUMLAH KORBAN TEWAS, LUKA MAUPUN HILANG.
 
LEAD IN:
 
SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
 
(ROLL GRAF)
 
MENURUT PETUGAS/ KORBAN TEWAS MAUPUN LUKA ADALAH AKIBAT TERTIMPA BANGUNAN ATAU TENGGELAM// PETUGAS MENDUGA BANYAK KORBAN HILANG KARENA TERSERET ARUS GELOMBANG TSUNAMI//
 
PETUGAS MASIH TERUS BERUPAYA MENGEVAKUASI PARA KORBAN TEWAS MAUPUN LUKA-LUKA//
 
PETUGAS JUGA BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG HILANG// (END)
 
 
 
 
 
Kemudian kita mendapat gambar dampak dari peristiwa tersebut.

 

–          Ada gambar korban tewas dan korban luka-luka di rumah sakit.
–          Ada gambar kerusakan bangunan akibat gempa dan terjangan tsunami.
–          Di sejumlah bangunan yang runtuh, petugas terlihat mengais reruntuhan untuk mencari korban.
–          Juru kamera juga tak lupa mengambil gambar suasana di bibir pantai.
 

 

Dengan bekal gambar-gambar seperti itu, kita bisa membuat berita dalam format Voice Over (VO)
3. Format Voice Over  (VO)
VISUAL
NARASI
 
PRESENTER
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(ROLL VO)
 
 
 
 
 
GAMBAR KORBAN TEWAS
 
 
 
 
GAMBAR KORBAN LUKA
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
GAMBAR BANGUNAN RUNTUH
 
 
 
 
GAMBAR SUASANA PANTAI
 
LEAD IN:
 
SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
 
(ROLL VO)
 
SEBAGIAN KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS//
 
MENURUT PETUGAS/ KORBAN TEWAS AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN ATAU TENGGELAM//
 
BANYAK KORBAN LUKA YANG JUGA DIEVAKUASI DAN MENDAPAT PERAWATAN DI R-S-U-D CIAMIS//
 
MENURUT PETUGAS RUMAH SAKIT/ SEBAGIAN BESAR KORBAN MENDERITA PATAH KAKI ATAU TANGAN AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN//
 
PETUGAS MEMPERKIRAKAN/ LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN RUSAK//
 
PETUGAS JUGA MASIH TERUS BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG MUNGKIN TERTIMBUN RERUNTUHAN BANGUNAN//
 
SELAIN KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA/ BANYAK KORBAN YANG HILANG// PETUGAS MENDUGA/ KORBAN HILANG AKIBAT TERSERET GELOMBANG TSUNAMI/// (END)
 
 
Dalam peristiwa yang sama, reporter berhasil mewawancarai salah satu korban luka. Dengan bekal wawancara ini, kita bisa membuat berita dengan format Voice Over – Sound on Tape (VO-SOT).
4. Format VO-SOT
VISUAL
NARASI
 
PRESENTER
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(ROLL VO)
 
GAMBAR KORBAN TEWAS
 
 
 
 
 
 
 
 
GAMBAR KORBAN LUKA
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
GAMBAR BANGUNAN RUNTUH
 
 
 
 
GAMBAR SUASANA PANTAI
 
 
 
 
 
(ROLL SOT: SODIKIN NURSA/ KORBAN)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PRESENTER
 
LEAD IN:
 
SETIDAKNYA 50 ORANG TEWAS/ LEBIH DARI 100 ORANG HILANG DAN HAMPIR SERIBU ORANG LUKA-LUKA AKIBAT GEMPA DAN TSUNAMI YANG MENERJANG PANTAI PANGANDARAN/ KABUPATEN CIAMIS/ JAWA BARAT/ SEKITAR PUKUL 15.30 WAKTU INDONESIA BARAT//
 
(ROLL VO)
 
SEBAGIAN KORBAN TEWAS DIEVAKUASI KE RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CIAMIS//
 
MENURUT PETUGAS/ KORBAN TEWAS AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN ATAU TENGGELAM//
 
BANYAK KORBAN LUKA YANG JUGA DIEVAKUASI DAN MENDAPAT PERAWATAN DI R-S-U-D CIAMIS//
 
MENURUT PETUGAS RUMAH SAKIT/ SEBAGIAN BESAR KORBAN MENDERITA PATAH KAKI ATAU TANGAN AKIBAT TERTIMPA RERUNTUHAN BANGUNAN//
 
PETUGAS MEMPERKIRAKAN/ LEBIH DARI SERIBU BANGUNAN RUSAK//
 
PETUGAS JUGA MASIH TERUS BERUPAYA MENCARI KORBAN YANG MUNGKIN TERTIMBUN RERUNTUHAN BANGUNAN//
 
SELAIN KORBAN TEWAS DAN LUKA-LUKA/ BANYAK KORBAN YANG HILANG// PETUGAS MENDUGA/ KORBAN HILANG AKIBAT TERSERET GELOMBANG TSUNAMI//
 
(ROLL SOT: SODIKIN NURSA/ KORBAN)
 
“Waktu gempa saya sedang di pantai. Tak berapa lama setelah gempa, ada gelombang besar. Saya berlari dan berlindung dekat sebuah bangunan. Tapi tiba-tiba ada bagian bangunan yang runtuh menimpa saya.”
 
——————–TAG———————-
 
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CIAMIS MENYATAKAN/ AKAN MEMBEBASKAN BIAYA PERAWATAN PARA KORBAN/// (END
 
Dalam perkembangan selanjutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan pernyataan mengenai gempa dan tsunami di Pangandaran. Pernyataan seorang presiden tentang peristiwa aktual tentu sangat kuat. Kita bisa menuliskan beritanya dalam format Sound On Tape (SOT)
Note: Morissan, M.A dan Usman Ks mengunakan istilah Reader-Sound on Tape (RDR-SOT)
5. Format Sound on Tape (SOT)
VISUAL
NARASI
 
PRESENTER
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(ROLL SOT: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO/ PRESIDEN RI)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PRESENTER
 
 
LEAD IN:
 
PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENYATAKAN/ PEMERINTAH DAN RAKYAT INDONESIA IKUT BERDUKA ATAS BANYAKNYA KORBAN YANG TEWAS DALAM BENCANA TERSEBUT//
 
(ROLL SOT: SUSILO BAMBANG YUDHOYONO/ PRESIDEN RI)
 
“Saya menyatakan bencana gempa dan tsunami di Pangandaran sebagai bencana nasional. Sore ini juga saya akan berangkat ke lokasi kejadian. Pemerintah sudah menganggarkan dana untuk membantu para korban dan memperbaiki bangunan-bangunan yang rusak.”
 
———————-TAG——————-
 
PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENAMBAHKAN/ IA TELAH MEMERINTAHKAN PEMDA SETEMPAT UNTUK MEMPRIORITASKAN PENANGANAN TERHADAP KORBAN-KORBAN LUKA/// (END)
 
 
***OOOOO***
Stand Up
Reporter membacakan laporan secara langsung di lapangan dan juru kamera merekamnya.
Kapan stand up dilakukan?

 

•          Stand up penting dilakukan untuk berita-berita besar dan menarik.
•          Langkah ini dapat mengangkat kredibilitas seorang reporter maupun stasiun TV-nya.
•          Stand up juga biasanya dilakukan jika reporter melakukan liputan di luar negeri.
•          Langkah ini memberikan kebanggaan bagi reporter maupun stasiun TV tempatnya bekerja.

 

 
Berapa kali stand up?

 

•          Reporter dapat melakukan stand up di awal atau akhir berita.
•          Bisa juga dua kali: di awal dan di akhir berita.
•          Di akhir berita, reporter menutup berita dengan menyebut namanya, nama juru kamera, stasiun TV-nya dan nama tempat melaporkan beritanya.

 

 
Alasan Stand Up

 

•          Memuaskan pemirsa.
•          Memperlihatkan faktualitas.
•          Mengejar aktualitas.
•          Memperlihatkan how to (memperlihatkan cara kerja atau penjelasan tentang profesi tertentu)
•          Menjadi bukti otentik.
•          Mendekatkan emosi pemirsa.
•          Hasil stand up tidak boleh cacat.
•          Kalau saat merekam stand up ada yang kurang sempurna, maka harus diulang sampai sempurna.

 

 
Tips untuk melakukan stand up:

 

•          Sebelum melakukan stand up, reporter sebaiknya membuat catatan tentang apa yang akan dikemukakan dan berusaha memahaminya.
•          Saat melakukan stand up jangan terpaku pada kalimat-kalimat yang telah disusun dalam catatan.
•          Upayakan berimprovisasi agar tidak kelihatan kaku.
•          Jangan mengeluarkan kata-kata makian jika salah membacakan kalimat atau melafalkan kata.
•          Jangan terlihat tegang, tapi bersikaplah wajar.
•          Reporter harus mampu menguasai perasaan, suara dan hal psikis lainnya saat dia menyampaikan laporannya.
•          Eye contact antara reporter dengan pemirsa harus tetap terjaga.
•          Cek peralatan (kamera, mic, kabel, lampu)
•          Jika tidak memakai baju seragam, pakaian jangan sampai terlihat norak dan tidak enak dipandang.

 

 
 
 
 
 
 

To Make News, Solve a Reporter’s Six Basic Problems


by Rusty Cawley
Seperti halnya setiap orang yang bekerja, setiap wartawan menghadapi tantangan yang sama setiap harinya. Bagi wartawan, ada enam masalah yang mendasar, yakni:

1.Mencari berita – 

 

Tugas reporter adalah mencari berita, terutama yang tidak ada persaingannya.Sebagian besar reporter harus memenuhi quota tak tertulis untuk menulis berita dalam jangka waktu tertentu.
Di stasiun televisi, quotanya mungkin lima berita per minggu, plus satu feature untuk akhir minggu.
Namun hal  ini bisa berubah. Tetapi yang pasti setiap reporter harus memenuhi ekspetasi untuk mempertahankan pekerjaannya. Ini termasuk memproduksi sejumlah berita dalam kurun waktu tertentu.

 


2.Mengumpulkan fakta-fakta – 

 

Tidak cukup hanya punya berita. Reporter juga harus punya fakta-fakta yang mendukung beritanya. 
Ini dikenal dengan formula 5W dan 1H: who, what, when, where, why dan how. Tanpa fakta-fakta, tidak mungkin mengabarkan berita.
By nature and by training, reporters are generalists. Few have specialized knowledge, other than how to convert a set of facts into an interesting, intriguing news story.
Baik karena bakat atau berkat latihan, setiap reporter adalah generalis. Hanya sedikit yang memiliki pengetahuan khusus, selain bagaimana mengubah sederetan fakta-fakta itu menjadi berita yang menarik atau bisa menimbulkan keinginan tahuan orang.

 

 


3.Menentukan angle – 

 

Begitu reporter punya berita dan fakta-fakta, mereka harus menentukan angle apa yang mereka pilih untuk menulis beritanya. 
Angle yang paling umum adalah angle untuk berita kuat. Sesuatu telah terjadi dan jika reporter sudah mendapatkan fakta-faktanya, susun sesuai dengan urutan kepentingannya. Sebagian besar berita yang akan Anda baca, tonton atau dengar disajikan dengan angle berita kuat. 
Berita kuat didasarkan pada asas kesegeraan, harus disiarkan saat ini atau nilainya akan hilang bagi pemirsa. 
Angle yang paling umum kedua adalah feature, yang tidak menekankan kesegeraan beritanya. Tapi lebih terfokus pada sejumlah aspek2 menarik lainnya, seperti angle human interest. 
Feature tidak didasarkan pada asas kesegeraan. Bisa ditahan beberapa hari atau bahkan minggu tanpa kehilangan dampaknya. 

 


4.Menentukan peg berita – 

 

sebuah berita beda dengan entry dalam encyclopedia. Dua-duanya berisi fakta-fakta. Tetapi untuk berita diperlukan alasan agar fakta-fakta itu bisa diberitakan. Alasan itu yang disebut peg. 
Jangan bingung membedakan antara peg dan angle. Angle adalah pendekatan si reporter terhadap berita yang ditulisnya. Peg adalah alasan reporter untuk menuliskan beritanya. 
Sebagai contoh, setiap encyclopedia pasti memuat entry tentang tembakau. Tetapi reporter tidak bisa begitu saja mengambil entry ini dan melaporkannya sebagai sebuah berita. Ada memang fakta-faktanya di sana, tetapi bukan peg-nya. 
Namun jika pagi ini seorang atlit terkenal mengumumkan bahwa ia terkena kanker karena tembakau, barulah reporter punya peg atau alasan untuk menulis tentang tembakau. 
Setiap berita, apa pun angle-nya, harus punya peg. Tanpa peg, tak ada alasan untuk menulis berita.

 


5.Memenuhi tenggat waktu –

 

 Setiap reporter berlomba dengan waktu. Reporter TV harus memenuhi tenggat waktu jam 3 sore, yakni tenggat waktu untuk siaran jam 6 petang. Wartawan majalah, harus memenuhi tenggat waktu tiga bulan (jika majalahnya triwulanan). Reporter Web menghadapi tenggat waktu dalam hitungan menit. 
Itulah tenggat waktu yakni batas waktu bagi reporter untuk memasukkan berita utk dicetak, diudarakan atau ditayangkan. 
Reporter yang sering tidak memenuhi tenggat waktu bisa kehilangan pekerjaannya. 

 


6.Memuaskan sang Boss – 

 

Setiap berita harus menarik perhatian sedikitnya dua orang sebelum disiarkan. Kedua orang itu adala reporter dan editornya. 
Jika salah seorang menolaknya, maka beritanya tidak bisa tayang. 
Sang editor pasti punya sejumlah kriteria bagi sang reporter. Apa saja yang mereka bisa liput, apa saja yang bisa mereka kejar, bagaimana sang reporter menulis beritanya, apa anglenya dan apakah peg-nya bisa diterima dan kapan tenggat waktunya.
Jangan membuat kesalahan atau Anda tidak akan pernah lagi melihat sang Boss. Memang dunia jurnalisme dikuasai oleh editor dan bukan reporternya.

 


 
Jangan membuat pemirsa takut
·         Berita televisi tidak boleh membuat pemirsa takut, khawatir atau pesimis. Berita yang menakutkan biasanya karena menulisnya menggunkan kata sifat.
·         Sedapat mungkin hindari penggunaan kata sifat, tetapi masukan fakta-fakta.
Ex:
KECELAKAAN PESAWAT MERPATI DIKAIMANA/ PAPUA/ MEMBUAT WARGA KHAWATIR MENGGUNAKAN TRANSPORTASI UDARA//
Sebaiknya:
JUMLAH PENGGUNA TRANSPORTASI UDARA BERKURANG MENYUSUL TERJADINYA KECELAKAAN PESAWAT MERPATI DI KAIMANA/ PAPUA//
Jangan memberi perintah
·         Jangan meminta menonton atau “tetap bersama kami”.
·         Memerintah penonton sering dilakukan presenter saat membacakan teaser.
·         Teaser harusnnya tidak memerintah pemirsa untuk tetap menonton berita berikutnya
·         Melalui teaser, presenter semestinya menyampaikan apa berita terbaik disegmen berikutnya setelah jeda.
Ex:
·         Jangan kemana-mana// setelah jeda berikut/ kami akan menyamppaikan berita tentang baku tembak antara polisi dengan perampok//
·         Seharusnya:
·         Setelah jeda berikut/ kami akan menympaikan berita tentang baku tembak antara polisi dengan perampok//
Jangan mengubur tata kerja kuat dibalik kata benda
·         Kata benda adalah tulang yang memberi tubuh bagi kalimat. Tetapi kata kerja adalah otot yang menggerakkan kalimat atau memberi tenaga pada kalimat.
Ex:
·         LEDAKAN BOM TERJADI DIDEPAN KEDUBES AUSTRALIA DI JAKARTA//
·         Sebaiknya:
·         BOM MELEDAK DIDEPAN KEDUBES AUSTRALIA DI JAKARTA//
Jangan memulai berita dengan “sebagaimana diharapkan”
·         Jika berita televisi diawali dengan “sebagaimana diharapkan,” pertanyaan diharapkan kepada siapa?
 
Jangan mengawali berita dengan “perkembangan terbaru dalam kasus”
·         Berita disajikan kepada pemirsa semestinya merupakan perkembangan terbaru, tanpa harus mengatakannya secara verbal.
Ex:
·         PERKEMBANGAN TERBARU KASUS KORUPSI KOMISI YUDISAL/ TERSANGAKA IRAWADI YUNUS DILAIRAKAN KE RUMAH SAKIT AKIBAT SERANGAN JANTUNG//
·         Seharusnya
·         ANGGOTA KOMISI YUDISAL IRAWADI YUNUS YANG MENJADI TERSANGKA KORUPSI/ DILARIKAN KERUMAH SAKIT AKIBAT SERANGAN JANTUNG//
Jangan mengawali berita dengan “seseorang atau sesuatu yang menjadi berita”
·         Seseorang atau seuatu yang diberitakan pasti tengah menjadi berita atau membuat berita, tanpa harus mengatakannya secara verbal.
Ex:
·         KOMISI YUDISIAL TELAH MENJADI BERITA SETELAH SEORANG ANGGOTANYA/ IRAWADI YUNUS/ DISANGKA MELAKUKAN KORUPSI//
·         Seharusnya
·         ANGGOTA KOMISI YUDISIAL/ IRAWADI YUNUS / DISANGKA MELAKUKAN KORUPSI//
Jangan menyebut berita sebagai berita baik, buruk, menarik, menggembirakan atau mengjutkan
·         Setiap pemirsa pasti mempunyai penilaian sendiri mengenai berita yang ditayangkan. Berita menarik bagi reporter atau presenter, belum tentu menarik bagi pemirsa.
Ex;
·         INI BERITA MENGGEMBIRAKAN/ KESEBELASAN BARCELONA BERHASIL MERAIH PIALA CHAMPIONS EROPA//
·         Seharusnya
·         KESEBELASAN BARCELONA BERHASIL MERAIH PIALA CHAMPIONS EROPA//
Jangan memulai berita dengan frasa atau anak kalimat
·         Mulailah berita dengan induk kalimat, jangan dengan anak kalimat
·         Induk kalimat adalah pokok persoalan sehingga harus ditempatkan diawal berita.
Ex:
·         KARENA DISANGKA MELAKUKAN KORUPSI DALAM KASUS PENGADAAN TANAH UNTUK KANTOR KOMISI YUDISIAL/ ANGGOTA KOMISI/ IRAWADI YUNUS/ DITAHAN DIMABES POLRI//
·         Seharusnya
·         ANGGOTA KOMISI YUDISIAL/ IRAWADI YUNUS/ DITAHAN DIMABES POLRI KARENA DISANGKA MELAKUKAN KORUPSI DALAM KASUS PENGADAAN TANAH UNTUK KANTOR KOMISI TERSEBUT//
Jangan memulai berita dengan kutipan atau kalimat langsung
·         Pemirsa tidak bisa melihat tanda kutip dalam berita televisi
·         Oleh karna itu, jangan menggunakan kalimat langsung dalam berita televisi.
EX:
“SAYA AKAN MENUNTUT SECARA HUKUM SIAPA SAJA YANG MENUDING SAYA MENERIMA DANA ASING UNTUK KAMPANYE PRESIDEN,” KATA PRESDEN SBY//
SEHARUSNYA
PRESIDEN SBY MENEGASKAN/ DIA AKAN MENUNTUT SECARA HUKUM SIAPA SAJA YANG MENUDINGNYA MENERIMA DANA ASING UNTUK KAMPANYE PRESIDEN//
Jangan memulai dengan pertanyaan
·         Mengapa tidak boleh? Pertanyaan hanya menunda berita yang akan disampaikan
·         Pemirsa butuh jawaban, bukan pertanyaan.
EX
·         BAGAIMANA WARGA KORBAN LUMPUR LAPINDO MERAYAKAN LEBARAN? TERNYATA MEREKA MERAYAKAN LEBARAN DENGAN PENUH KEPRIHATINAN//
·         SEHARUSNYA
·         WARGA KORBAN LUMPUR LAPINDO MERAYAKAN LEBARAN DENGAN PENUH KEPRIHATINAN//
Jangan memulai berita dengan “terjadi, terdapat, atau ini adalah”
·         Kata “terjadi, terdapat, ini adalah”merupakan kata2 mati, tidak berguna, mubazir. Kekuatan kalimat ada pada kata kerja.
EX
TERJADI TABRAKAN BERUNTUN YANG MELIBATKAN 5 MOBIL DIJALAN TOL CIPULARANG/ JAWA BARAT//
SEHARUSNYA
5 MOBIL BERTABRAKAN SECARA BERUNTUN DIJALAN TOL CIPULARANG/ JAWA BARAT//
Jangn menyudahi berita dengan nama orang yang tidak dikenal
Names make news. Nama memang membuat berita. Tetapi yang pasti, nama yang menjadi berita adalah dikenal luas
Ex
ANGGOTA T-N-I NGADIMUN TEWAS DALAM BAKU TEMBAK ANTARA T-N-I DENGAN PASUKAN ORGANISASI PAPUA MERDEKA ATAU O-P-M//
SEHARUSNYA
SEORANG ANGGOTA T-N-I TEWAS DALAM BAKU TEMBAK ANTARA T-N-I DENGAN PASUKAN PAPUA MERDEKA ATAU O-P-M
Jangan memulai berita dengan kata ganti orang ketiga
·         Ini hanya membuat pemirsa bertanya2
·         Dalam berita televisi yng bersifat sekilas, pemirsa ingin segera tau siapa orang tersebut.
EX
DIA SUDAH PENSIUN SEBAGAI PEMAIN BULU TANGKIS// TAPI DIA MASIH PEDULI DENGAN PERKEMBAGAN OLAHRAGA BULUTANGKIS DITANAH AIR//
RUDI HARTONO SUDAH PENSIUN SEBAGAI PEMAIN BULU TANGKIS// TAPI DIA MASIH PEDULI DENGAN PERKEMBAGAN OLAHRAGA BULUTANGKIS DITANAH AIR//
Jangan mengawali berita dengan “kemarin”
·         Idealnya, berita televisi adalah peristiwa yang terjadi hari ini dan disiarkan pada hari ini juga.
·         Oleh karna itu jangan gunakan kata “kemarin’ apalagi diawal kalimat
·         Jika suatu peristiwa terjadi kemarin, tetapi masih dianggap penting, tulislah perkembangan terbarunya.
Jangan menulis berita dengan kalimat negatif
·         Kalimat positif jauh lebih bertenaga dari pada kalimat negatif
·         Ex: PRESIDEN SBY MENGABAIKAN TUNTUNTAN MAHASISWA//
Iklan